BANGUN
Bangun adalah pekerjaan pertama mu
untuk menhadapi dunia. Persiapkan dengan memulainya dari mimpi, dan lanjutkan
pada kata kerja lain untuk sampai pada pucaknya.
Perjalanan panjang puluhan Km menuju kampung
halaman kali ini kutempuh dengan suasana sendu. Kurasa sebelumnya matahari berbisik kepada
alam, untuk izin tak memunculkan wajahnya yang indah. Panjang, masih sendiri,
jauh dan sejuk juga dingin khas daerah perkebunan menuju kampung ku.
Kisah ku bergelimang dalam kepala, bak cabang foligenik yang terus menerus menuntut diperhatikan dan difikirkan satu persatu. Dimulai dari cambukan itu “Sudah berapa umur nya sekarang mba?, Sudah ngapain aja? Gimana project nya? Berapa manusia yang sudah kau inspirasi? Adakah bekas yang berikan pada nya? Gimana mimpi mu yang lain? Mana buku nya mba? Kapan nulis lagi?”
Kisah ku bergelimang dalam kepala, bak cabang foligenik yang terus menerus menuntut diperhatikan dan difikirkan satu persatu. Dimulai dari cambukan itu “Sudah berapa umur nya sekarang mba?, Sudah ngapain aja? Gimana project nya? Berapa manusia yang sudah kau inspirasi? Adakah bekas yang berikan pada nya? Gimana mimpi mu yang lain? Mana buku nya mba? Kapan nulis lagi?”
Agrhhhh…. satu persatu aku menjawab
dalam hati. Umur sudah 21 tahun. Masih berusaha totalitas untuk pendidikan S1
ku, Project ku banyak namun belum banyak persentase yang terwujud. Masih
sedikit manusia yang ku inspirasi semester ini, bahkan lebih sedikit dibanding
awal kuliah ku. Semoga sedikit itu berbekas baik pada mereka, itu doaku. Mimpi
ku itu banyak banget, udah ada ratusan yang kutulis sejak SMP. Sesekali aku
lalai, sesekali aku lupa. Terimkasih pertanyaan ku membuatku berfikir. Buku ku yang pertama tunggu saja ya. Nulis lagi ini
sedang berupaya.
Bangun adalah pekerjaan pertama mu untuk menhadapi dunia. Persiapkan dengan memulainya dari mimpi, dan lanjutkan pada kata kerja lain untuk sampai pada pucaknya.
Bangun adalah pekerjaan pertama mu untuk menhadapi dunia. Persiapkan dengan memulainya dari mimpi, dan lanjutkan pada kata kerja lain untuk sampai pada pucaknya.
“Bangun” Keadaan engkau mulai tertarik
dan mencoba, entah hal baru atau sesuatu yang sudah lama kau tekuni dan mungkin
beberapa waktu kau abaikan. Keadaan setelah tamparan ini membekas merah dan
memberikan harapan baru. Keadaan dimana kau rindu akan diskusi kemajuan aset diri.
Perasaan resah dan kering akan hal-hal sia yang kau habiskan dengan orang-orang
yang tak menunjang sukses mu. Bangun adalah bentuk kata kerja. Kata kerja untuk
berpindah dari keadaan “tidur” yaitu
nikmat nya kuliah dan foya-foya belaka. Menjadi berfikir untuk mengubahnya dan
menyusun strategi baru. Agar ratusan mimpi yang kau tulis tak sia-sia. Agar
alam juga mendoakan mu. Maka pembelaan ku ketika dalam perjalanan yang di
saksikan ribuan makhluk tumbuhan yang kulewati meng-aamiin-kan jawaban baik di
dalam diri ini sembari mereka bertasbih akan RabbNya. Engkau ya ALLAH.
“Bangun” akan menimbulkan banyak kata
kerja yang lain.Yang husnudzan ku adalah mempercepat laju nya. Bisa jadi
bekerja, berlari, cemburu, memikirkan strategi nya, mengolah kemampuan,
berlatih sepanjang hari, menuliskan kekurangan, meminta komentar orang lain dan
segala hal untuk mewujudkannya.“Bangun”
adalah tahap awal, start utama menuju puncak indah yang kau dambakan. Yang
diatanya bisa kau bangun istana dan hidup lebih panjang dari biasanya. Untuk
semua teman ku yang belum “bangun” sadarilah
mimpi mu sudah terlalu lama, tidur mu sudah terlalu panjang, malam mu tak akan
terus-terusan, malam mu pasti akan berakhir. Sudahilah malam mu dengan kata
kerja “bangun” dan terus lah bangun.
Jangan lupa berdoa agar terus hadir manusia yang memperhatikan mu dan tak suka
pada mu. Agar laju ini terus melesat, agar pinggang mu tak kendur. agar dagu mu
terus menatap ke puncak supaya segera sampai.
_terimakasih telah membangun kan ku dari banyak nya mimpi_
Belum ada Komentar untuk "BANGUN"
Posting Komentar