CINTAKU NAFKAHKU

CINTAKU NAFKAHKU
Kali ini aku ingin ceritakan bagian dari kebahagian dan kesuksesan ku saat ini. Ya …. aku adalah manusia yang paling tidak ingin meminta atau sangat enggan menerima uang dari orang tua ku. Entah mengapa, mungkin frame sejak lama tepatnya sejak aku SMA. Hal itu berawal dari kelas X di bangku SMA. Ibu dan bapak yang ketika itu sangat sulit perekonomiannya kemudian merelakan untuk meminjam uang ke BMT desa untuk membayar sekolah ku 1 tahun. Tapi…. hutangnya itu sampai aku lulus SMA belum juga lunas. Jadi seketika itu saya langsung berfikir di kelas XI agar supaya aku bisa sekolah, kuliah berpendidikan namun tidak merepotkan mereka.
Setiap niat ataupun azzam yang baik pasti akan Allah mudahkan, dalam hal apapun termasuk ini. Maka ketika itu aku mulai mendapatkan beberapa peluang untuk menebar cinta dengan mengajarkan sesuatu yang aku punya lebih tepatnya disebut privat. Ya.. aku yang suka dengan kegiatan belajar, berbagi ilmu dan aku diberi wadahnya. Alhamdulillah dari beberapa tempat aku mampu membayar sekolah di kelas XI.
Dan cinta ku tak berhenti sampai disitu, baiklah ku ungkapkan saja, memang benar bahwa mengajar, berbagi ilmu dan dekat dengan lingkaran-lingkaran ilmu juga majelis belajar apapun itu adalah bagian dari cinta ku. Mengapa? Karena 1 hal yang selalu aku ingat dalam sebuah hadist dijelaskan “Barang siapa yang telah meninggal dunia maka ada amalan yang akan terus mengalirkan pahala meski ia sudah tiada, yaitu doa anak yang sholih, amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat.” Maka ketika itu semakin menggebu jiwaku untuk melanjutkan, menambah dan istiqamah untuk mengajar terutama mengajar privat.
Bukan hanya itu bagi cintaku (privat) yang satu ini adalah benar-benar upaya yang ku andalkan. Bagaimana tidak, dari awla prinsip ku untuk tidak meminta dan berusaha enggan menerima pemberian orang tua telah menuntutku untuk bisa mandiri. Mandiri dalam hal ekonomi demi untuk memenuhi kehidupan mahasiswa ku, bayar SPP kuliah dan menyelesaikan pendidikan yang kata orang gak seberapa ini.
Pengalaman pertama di bangku kuliah aku mendapat tempat privat belajar mengaji disalah satu rumah di perumahan Tirtayasa Sukabumi Bandar Lampung. Pemilik rumah adalah seorang sekretaris Lapas Kelas II Wanita di Wayhui Bandar Lampung. Diawal pertemuan sungguh betapa rasa gugup, gemetar, dredeg juga perasaan aneh-aneh aku rasakan. Aku berfikir “secara ini pejabat masak iya kalo ngajarnya enggak bener bisa habis riwayat.” Namun ternyata pertemuan demi pertemuan telah mampu ku setir dengan baik hingga berwujud hasil yang Masya Allah luar biasa. Ada sedikit banyak perubahan kearah yang lebih baik lagi dari rumah tempat privat yang ku kunjungi 2 minggu sekali itu. Mulai dari sholat,bacaan Al-Qur’an hingga perubahan menutup aurat. Dan aku bersyukur sejak aku semester 2 hingga saat ini menginjak semester 6 aku masih terus mengajar disana. Kuberharap akan terus hingga benar-benar aku tidak bisa lagi kesana.
Dari tempat itu perlahan aku mengumpulkan pundi riski dan sebagai nafkahku. Memang tidak ahsan bila tujuan kita mengajar, berbagi ilmu mengharapkan hasil. Sungguh tidak itu prioritas saya, namun Alhamdulillah lagi-lagi Allah sesuai dengan prasangka hamba nya. Dari upaya ku mengajar  privat mengaji itulah aku mampu membayar uang SPP kuliah ku.
Tempat ku mengajar tak berhenti hanya 1 tempat. Sudah ku katakana diatas bahwa aku mencintai ini dan membutuhkannya maka ketika ada informasi tentang privat, les, bimble dan sejenisnya aku selalu tertarik dan memulai mencoba nya. Baik berikutnya aku dapat tempat baru di salah satu rumah pasangan Pak polisi dan Ibu bidan. Aku mendapatkan amanah untuk privat mengaji kembali. Masya Allah setiap yang Allah beri pasti yang sesuai dengan ku. Satu dua tiga bulan berjalan dan hingga saat ini sudah hampir 1 setengah tahun. Namun tempat ini ku dapat dari sebuah lembaga bimble maka tentu hasil nya pun diberikan beberapa persen ke lembaga tersebut. 
Tak puas sampai disitu aku mendapatkan 1 tempat lagi untuk privat. Kali ini agen dakwah ku adalah 2 orang anak kelas V SD yang berasal dari sekolah yang sama. Keduanya memiliki sifat yang luar biasa berbeda. Yang satu tomboi dan cepat menghafal tapi agak malas. Yang satu lagi feminin, rajin namun agak sulit untuk menangkap ilmu. Ya….. satu bulan berjalan lancar. Namun dibulan kedua terjadilah permasalahan harga dan pembayaran dari orang tua murid ke pemilik lembaga bimble dan salah faham. Hingga aku yang mengalah dan mengakhiri semua nya.

Setelah itu aku sedikit merasa trauma untuk menerima tempat baru mengajar jika dari lembaga, maka aku hanya focus untuk dua tempat saja yaitu di rumah sekretaris Lapas tadi dan rumah dari pasangan polisi dan bidan. n lagi-lagi Allah mudahkan risky ku. Aku tinggal di perumahan dan alhamdulillah ada 1 rumah dengan orang tua asli orang palembang namun tinggal lama di Jakarta, mereka ingin anaknya melanjutkan belajar mengaji dan aku ditunjuknya. putri mereka bernama Dita dan Rafa. Bersama merka malam rabu dan malam jumat ku berwarna. Dengan cekikik ria ketika berebut mencari tajwid dan beberapa hukum makhroj lainnya.
 Dan Aku percaya bahwa riski Allah itu begitu luas dan dari arah yang tidak disangka-sangka. Alhamdulillah di liburan semester gasal ku ini (semester 5) aku mendapat 1 tempat baru yaitu di perumahan Polresta Bandar Lampung. Disana aku tidak  mengajar Al-Quran (mengaji) namun mengajarkan CALISTUNG (membaca. menulis dan menghitung) apapun pekerjaan atau objek yang harus ku ajarkan yang jelas aku ikhlas meski jauh, meski kadang sudah sesuai schedule namun batal mendadak, namun semua terbayar ketika semangat objek dakwah ku melebihi semangat ku, ketika yang ku sampaikan berbuah pada mereka. Apapun hasilnya di dunia aku berharap semoga Allah meridhai ku dan memudahkan ku untuk lebih banyak mengembangkan sayap mengajar privat demi cintaku, nafkahku juga bagian misi dakwahku.

Belum ada Komentar untuk "CINTAKU NAFKAHKU"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel