TAUBATKU MEMBAWA BERKAH
TAUBATKU MEMBAWA BERKAH
Lahir dan dibesarkan oleh orang tua dan lingkungan bersuku
Jawa. Seorang cowok yang mempunyai wajah tampan membuatnya menjadi incaran
cewek-cewek yang ada di sekolah. Sehingga menjadi lalai akan kewajiban dan
tugas yang diberikan disekolah maupun di rumah. Dialah Faturrahman
teman-temannya akrab memanggilnya dengan Ipat.
Cowok yang punya kebiasaan main game selama 4 jam dalam
sehari dan mudah terpengaruh oleh orang lain itus menjadi buah bibir di
sekolahnya.
Keberhasilannya menggait cewek paling cantik di sekolah
membuat Iipat semakin sombong.
Siang terik memaksanya untuk pergi ke kantin dan meneguk
banyak air. Obrolan teman-teman ipat di kantin ternyata menariknya untuk
bergabung membicarakan seramnya bulan Syuro. Obrolan mereka semakin gurih
ketika Fino (tetangga sekaligus teman akrab Ipat) menambahkan cerita-cerita
warisan orang tuanya tentang larangan di bulan Asyuro.
Fino : “Bulan Syuro itu menyeramkan, dibulan ini
kita enggak boleh mengadakan acara
atau kegiatan besar.”
Nadin
: “Iya tah fin?”
Fino : “Iya, kalo
kita melakukan atau buat acar besar
pasti kita bakalan dapat musibah.”
Eka : “Wah…. Angker banget….”
Nadin
: “Ah, aku enggak percaya, mana
mungkin…!!”
Ipat : “Gile bener…. Segitunya amat sih, musibpaling besar bagi gue
ya Cuma diputusin pacar.”
Eka
: “Fin, kamu itu pacar terus yang
diurusin,,”
Fino :”Kalo enggak percaya buktiin aja “
Suara bel seolah mengakhiri
perbincangan mereka, dan melanjutkan aktifitas rutin yaitu belajar di kelas.
Dua hari mendatang ketika akhir tahun tepatnya pada 04-11-13
adalah hari penting buat Vera (pacar Ipat). Karena hari itu adalah hari ulang
tahunya. Namun Ipat justru tidak mengetahuinya. Sebuah na’as bagi Ipat karena
hal itu, Vera sangat marah kepadanya dan akhirnya memutuskan Ipat.
Sudah jatuh tertimpa tangga, peribahasa yang melekat pada
Ipat dalam waktu kurang dari 24 jam. Ipat jatuh dari motor karena ulahnya
menabrak ayam jago yang melintas dijalan raya depan sekolah ketika terburu-buru
pergi ke rumah mantan pacarnya.
Kaki kanannya yang meleleh terkena panasnya terompet motor
gede yang dikendarainya dan darah yang terus mengalir dari kepalanya membuat
orang tua Ipat panik bahkan ibunya pun pinsan, lalu dengan keadaan sigap
ayahnya membawanya ke rumah sakit.
Musibah yang terjadi pada Ipat dijadikan misteri bagi Fino
yang menambah kenyakinan bahwa Syuro itu benar-benar mnyeramkan dan banyak
terjadi musibah.
3 hari berbaring di salah satu ruang RS Harapan Bunda, Ipat
mengingat obrolan bersama teman-teman di kantin sekolah.
“Wah ternyata bulan ini benar-benar musibah yang membuat aku
diputusin pacar, menabrak jago dan masuk RS.” Kata hati Ipat.
Setelah pulang dari RS para tetangga dan sahabat menjenguk
Ipat dengan membawa buah tangan. Ketika Fino membesuk Ipat, maka mereka sangat
sepakat untuk membenci bulan angker ini.
Sepanjang hari Ipat terus dan terus menyalahkan bulan Syuro
ini. Meski orang tuanya sudah berkali-kali mengingatkan namun tetap saja kuat
pada keyakinannya.
Sehingga Ani (ibunya Ipat) mengusulkan pada suaminya untuk
mengadakan sebuah acara pengajian kecil yang mengundang Ustad Zainal (guru
ngaji di kampungnya) dengan tujuan memberikan nasihat pada Ipat.
Ipat
: ”Mana Ustad zainal? Pasti tidak akan datang bu (dengan wajah penuh harapan).
Sudahlah bu, bulan ini memang angker dan menyeramkan jadi enggak usah
ada acara dari pada kita kenal sial lagi.”
Ibu
Ani : ”Mari bu, silahkan duduk.”
Ibu
Ani mempersilahkan para tetangga untuk duduk dengan tidak menjawab pertanyaan
anaknya. Tak lama kemudian Ustad Zainal datang.
Ustad : “Assalamualaikum….”
Jamaah
: “Walaikumsalam wr wb…”(Dengan kompak
dan serasi orang-orang menjawab salam)
Suasana di rumah Ipat semakin ramai
dengan datangnya tamu yang lain. Acra pun dimulai, didalam acra Pak Ustad menjelaskan
dengan tegas bulan Muharram atau Asyuro bukanlah bulan yang angker, melainkan
bulan yang penuh dengan Rahmat dan Berkah, bagaimana tidak? Dibulan Muharram
para NAbi dan Rasul mendapatkan mu’zizat, seperti Nabi Adam yang bertemu dengan
Hawa pada tanggal 10 Muharram, Nabi Yusuf terlepas dari santapan ikan paus,
Nabi Musa membelah laut merah dan masih banyak lagi. Jadi kita harus merayakan
bulan ini dengan penuh rasa syukur, bukan menyalahkan musibah yang terjadi
karena setiap musibah semua dating dari ALLAH SWT, yang harus kita lakukan
adalah ikhlas menerima semua takdir dari ALLAH.” Tegas pak Ustad.
Mendengar penjelasan dari Ustad
Zainal, Ipat pun menangis, ia berfikir senua ini adalah ujian dari Allah bukan
karena As-syuro. Ipat merasa dirinya sangat bersalah. Usai hal itu orang tua
Ipat mulai menuntunnya untuk selalu sholat meski masih dalam tahap penyembuhan
lukanya. Perlahan Ipat mulai berubah ia tidak lagi bermain game, dan
memperbaiki semuanya.
Sepuluh hari dilalui dengan keadaan
sakit, dan tepat pada tanggal 10 Muharram Ipat sudah bias berangkat ke sekolah
sperti biasanya. Ia sangat berubah, menjadi sngat rajin, membuang jauh-jauh
rasa sombong, memutuskan untuk tidak berpacran, dan benar-benar menjadi anak
yang sholeh.
Hingga pada saat pembagian raport
semester ganjil, berita yang sangat mengejutkan bagi Ipat, teman-temannya,
guru-guru di sekolah bahkan orang tuanya, karena Ipat yang semula tidak pernah
mendapatkan prestasi baik selain peringkat 20 dari teman-temannya saat itu ia
mendapat peringkat ke-3 di kelasnya.
Sebuah mu’zizat dan petunjuk dari ALLAh pada bulan Muharram
bulan yang penuh dengan berkah.
*********
Belum ada Komentar untuk "TAUBATKU MEMBAWA BERKAH"
Posting Komentar