CINTA MELEKAT PADA SAHABAT
CINTA
MELEKAT PADA SAHABAT
Pagi hari
yang cerah, aku bersyukur dapat kembali ada di dunia yang megah tak terkira,
bagaikan singgasana surga yang diperuntukkan untuk umat manusia di dunia dari sang pencipta. Tuhan yang
Maha Kuasa yang senantiasa memberikan kenikmatan yang jauh tak terkira. dan
kenikmatan paling istimewa dalam usia ku saat ini yang belum genap 17 tahun.
Pagi itu aku bergegas menuju sekolah
tercinta. Aku adalah seorang cewek supel yang menyukai tiga cowok sekaligus di dalam kelasku. Tak pernah tersirat
sebelumnya dalam benak maupun fikiranku tentang hal itu. Namun terkadang aku
tetap mengeluh
mengapa harus demikian? Mengapa tiga orang sekaligus? Perasaan itu harus selalu aku jaga
rapat-rapat demi privasiku.
Suasana
kelasku yang masih agak sepi terlihat dari kejauhan, sudah aku tebak sebelumya, mungkin hanya ada lima orang saja
di dalam
kelas itu. Kelas yang berada jauh dari kantor dan sedikit menyulitkanku bila ada keperluan pada
guru-gruru di sekolah.
Karena di sekolah yang asri ini aku
memiliki jabatan sebagai ketua OSIS.
Dengan penuh senyuman aku menyapa mereka melalui salam hangat. “Assalamualaikum…?”
“Wa’alaikumsalam…” Jawab mereka.
Kali ini
sedikit berbeda, Ayu teman yang duduk tak jauh dari bangku memandangku dengan tatapan berbeda, serius bercampur
sadis dan sangat menyeramkan. Namun ku balas dengan senyum, hati ku berkata “Apa salahku padanya, mengapa pandangannya
begitu tajam?” Ya aku tau Ayu juga menyukai salah satu cowok yang juga
aku sukai. Dia adalah Eno.
Ayu masih menatapku dan kali ini tepat
didepan wajahku. “Permisi yu, maaf ya mau
lewat.” Kemudian aku
pergi melewatinya. Semua
berlalu ku biarkan begitu saja.
“Ada PR tah?” Tanyaku sambil duduk di bangku Rina.
Tiba-tiba aku dipanggil dari arah belakang oleh seorang
teman yang tepat duduk disamping kanan bangku ku. Dia adalah Eno , kemudian Eno
mengatakan “Vit maukah kamu jadi pacar
aku?” Sembari menyodorkan bunga mawar warna merah padaku. Dan dia menatap
aku tajam dengan mata penuh harapan. “Huh pantas
saja Ayu memandangku begitu, apa maksud Eno? Apakah ayu mengetahui ini
sebelumnya?” Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang melayang di
fikiranku.
“Emmm… maksud kamu apa Eno?” Tanyaku
mencoba ingin tahu, “Iya, aku suka sama
kamu, sebenarnya sudah sejak kelas X dan kali ini aku beranikan diri untuk menyatakan ini sama kamu.” Jelasnya.
“Loh bukannya kamu sudah punya
pacar?”
“Pacar? Iya itu dulu!”Jelasnya lagi padaku.
“Lalu sekarang Febby udah kamu
putusin?”Tanyaku
rada-rada penasaran.
“Iya Vit, kemarin-kemarin saat aku
pacaran sama Febby, sebenarnya aku enggak suka sama dia.”
“Oh gitu...” Jawabku polos karena tak
ingin tahu banyak kisah cintanya dengan Febby, dan aku pergi ke tempat dudukku, tepat di
meja pertama depan layar lebar berwarna putih.
Eno
mencoba mngikuti ku dan saat aku duduk, dari depan datang seorang temanku
bernama Kaya.
“Vit, bunga dari siapa?”
“Emm.. tadi..tadi dariiiiii….” Jawabku terbata-bata.
“Dari aku.” suara Eno menyambar. “Oh kamu toh…” kata si Kaya. Lalu tak berselang lama Kaya
membisikan sesuatu padaku
“Vit,
nanti pulang sekolah jangan pulang dulu ya?”
“Emang ada
apa?”
“Aku ada
perlu sama kamu.”
“Oh gitu, okay. Tapi aku ada urusan sebentar untuk bertemu Pembina OSIS.”
“Iya engak
apa-apa kok, aku bakal tunggu.” Jelas kaya kepada ku.
Bel tanda untuk memutar otak
memaksaku untuk tersenyum sambil menjawab ajakan dari Kaya.
Sepanjang waktu belajar aku tidak begitu fokus, bagaimana tidak? Aku tidak pernah menyangka akan ditembak salah satu dari tiga cowok yang aku sukai di kelasku,
tempat dimana aku mengukir prestasi. Yaitu Eno.
Aku bukan tipe cewek yang gampang
suka pada orang lain, namun saat aku duduk di kelas XI aku mendapatkan fitrah
cinta itu. Bagaikan orang yang baru
memenangkan undian dua miliar. Seneng sih tapi bingung. Aku saat ini sedang mengemban amanah
besar menjadi seorang pemimpin di Sekolah. Jabatan yang menurutku perlu
kesungguhan untuk bertanggung jawab. Aku enggak mau tugas-tugas ku terbengkalai
lantaran cowok-cowok yang aku sukai.
“Oh no my die”.
Saat mataku terpaku pada pelajaran
fisika yang suara guruku tak sampai bangku paling ujung di kelasku. Aku kaget !!!!
PLUKKKKK!!!!!!
“Aduh
apaan sih?”
Lemparan kertas yang melayang tepat
mendarat di bahuku. Dan kubuka isi kertas itu.
“ Vit hari ini
kamu cannnnntiiiiiikkk banget... ^_^ Love
You.”
By : Ipat
Aku menoleh kebelakang dan Ipat melihatku sambil tersenyum.
“Kenapa Vit?” Tanya Eno yang ada di samping tempat
dudukku.
“Engg…. Enggak apa-apa kok.” Jawabku mencoba tenang seolah tak
ada sesuatu apapun.
Hari itu tepatnya di awal Oktober,
hati terasa bagaikan bunga yang mekar dimusim semi.
TENG…..TENG…….
Bunyi bel khas sekolahku mengakhiri pelajaran fisika. Aku
membereskan buku-buku
yang ada dimeja. Dan mulai melangkahkan kaki untuk pergi ke kantin. “Vita….” Teriak Eno, Kaya, dan Ipat padaku. “Iya kenapa?” Aku membalik badan dan menghampiri mereka.
Mereka bertiga terlihat kebingungan. Sambil garuk-garuk kepala si Kaya kehabisan ide, begitu juga
Eno dan Ipat hanya saling bertanya dalam
diam sambil
melirik-lirik ke arah yang tidak jelas.
“Ada apa kok kompak banget panggil
aku? ada yang mau dibicarakan atau ada yang
bisa aku bantu?”
“Enggak apa-apa kok, aku Cuma mau…
mau bilang,
Uhhh…. Nanti aja deh.” Ipat mencoba mengungkapkan sesuatu
padaku.
“Aku juga nanti.” Perkataan Kaya dan Eno yang tidak
disetting sebelumnya namun kompak.
“Oh ya udah kalo gitu, kekantin yuk?” aku mengajak mereka.
Mereka mencoba mengikutiku dibelakang, namun tepat di depan kantin mereka merasa
risih dan enggak nyaman, karena mau mendadak bicara padaku dalam waktu yang bersamaan. kemudian akhirnya satu persatu dari mereka pergi meninggalkanku tanpa sepatah
katapun mereka lontarkan kepada ku. Sedang aku hanya mengangkat bahu sambil berkata dalam
hati “Apa maksudnya, hah ya sudahlah.”
Pulang sekolah aku menepati janji, didepan kelas ketika teman-teman
sudah meninggalkan tempat itu, sedang aku telah menyelesaikan urusan dengan pembina
OSIS.
Kaya datang.
“Vit… maaf ya lama kamu nunggu aku?”
“Enggak kok baru lima menit.”
“Untung baru
lima menit, aku fikir kamu akan lama untuk selesain urusan dengan Pembina
OSIS.”
“Ah enggak kok,
tadi hanya kasih tugas Proposal aja.”
Oh iya aku boleh ngomong serius?” Pertanyaannya padaku yang tak
pernah seperti biasanya.
“Apa itu…? Tumben banget Kay?”
“A..a..a..ak..aku, aku suka sama
kamu, kamu mau ya jadi pacar aku Vit?”
Aku terdiam dan Kaya kembali berkata
“Vit maaf ya, kamu enggak harus
jawab sekarang kok, aku cuma pengen banget bilang ini sama kamu, ungkapin semua
perasaanku.
Kalo kamu enggak terima juga enggak
apa-apa,,, yah paling enggak aku udah lega karena udah bilang sama kamu.
Aku tau tadi Eno kasih bunga ke kamu
pasti ada tujuannya kan?”
Aku masih terdiam dan hanya diam, tak satupun pertanyaan dan
ucapanya ku jawab dan hanya meng-anggukkan kepala bertanda meng-iyaka tentang
Eno.
“Ya udah Vit sekarang gak usah
ngelamun, aku anter pulang yuk?”
Dengan motor kerennya yang berwarna merah aku sampai di
rumah yang berjarak tak lebih dari 500m dari sekolah.
**********
Besok malam di kamar tempatku beristirahat dan kring….kring….
suara HP, ada pesan yang mampir dan tak diundang sebelumnya dan ternyata Ipat.
Ipat : “Vit lg apa?”
Aku : “Lg tdran smbil bca bku.”
Ipat : “Bku apa?”
Aku : “Bku motvasi, kmu sndri?”
Ipat : “Q lgi dduk aj, km
blm ngantuk kan?”
Aku : “Blm, emang knpa?”
Ipat : “Alhamdulilah, Vit aku boleh bilng
sesuatu sm kmu?”
Aku : “Boleh.”
Ipat memang anak yang sronok tapi dia sangat menghargai
orang lain, meski termasuk cowok yang digemari banyak kaum hawa di sekolahku,
tapi dia enggak pernah risih dekat denganku dibanding
dengan cewek-cewek yang ingin jadi pacarnya.
Ipat : “Vit, kemarin q sengaja lempar kerts ke bahu mu, sebnrny bukn
tnpa maksd,
emmm.... sudah sejak SMP aku mengnalmu, mlm ini q dilihat oleh jutaan bintang
dilangit, yang banyak dan indahhhhhhh bangt.
Tp kamu tau Vit, q ngersa sangat sepi karna enggak ada kamu disini.
Vit mau ya
jadi pacar q?”.
Ipat : “Vit kok engk bls? Kmu gk mw ya?
Ipat : “Udh tdr ya vit?”
SMS dari Ipat tidak aku balas, karena aku terbawa arus malam hingga
tertidur dengan wajah tertutup buku.
****
Pagi hari ku buka pesan dari Ipat,
aku sangat kaget , belum
genap satu minggu aku dipinta tiga temanku sekaligus untuk menjadi pacar
mereka, dan mereka bertiga adalah orang yang aku sukai didalam
ruang belajarku di sekolah.
Hari-hari aku jalani dengan sangat
baik, tepat di hari rabu sore aku kirim SMS ke Ipat, Kaya dan Eno.
“Assalmualaikm, bwt Ipat, Kaya dan
Eno, seblmnya aku ingin minta maaf sma kalian karena sudah terlalu lama mnggantung jawaban dari peratanyaan kalian. Minggu besok temui aku ya ditaman kota jm 10 pgi.”
By : Vita
Hari minggu aku menemui mereka di
taman, tempat indah dengan pemandangan menawan yang ditemani dengan macam-macam
kupu-kupu juga ramai oleh pedangang disana-sini.
Satu persatu dari meraka datang, Eno, Kaya dan Ipat.
Aku : “Eh, udah pada datang.”
Eno : “Iya, aku enggak telat kan?”
Kaya : “Maaf ya nunggu lama?”
Ipat : “Enggak apa-apa aku juga baru datang.”(lebih dulu datang dan duduk disampingku)
Suasana pagi itu benar-benar membuat aku tegang, tiga cowok
yang aku suka berada tepat di depanku, dan semua menginginkanku.
Aku menarik panjang nafas dan mengandalkan ilmu
keberanian dalam memimpin rapat saat forum OSIS.
“Okay.. karena kalian sudah datang memenuhi undangan ku, silahkan duduk. Sebelumnya aku ucapakan terimakasih atas waktu kalian.”
Jadi gini, Eno, Kaya dan Ipat aku juga sangat berterimakasih pada kalian, kalian semua udah care dan sayang sama aku. Perlu kalian tau, kalian sebenarnya pada posisi yang sama.”
“Iya aku tau.” Jawab kaya.
“Aku mau jujur sama kalian,
sebenarnya kalian semua adalah orang-orang yang sangat aku sayangi, aku enggak muna juga enggak lagi bohong, aku pun
enggak tau kenapa hal ini bisa terjadi, tiga cowok
dalam satu kelas. Tapi setelah kalian menyatakan cinta
sama aku, aku justru bingung.”
Eno : “Maaf ya Vit udah buat kamu bingung, dan ini bukan bermaksud
untuk buat kamu susah. Kami juga enggak tau kalo bakal jadi begini.”
“Aku enggak bisa pilih salah satu diantara kalian, tapi aku
juga enggak mau kalo harus kehilangan kalian…?”
Aku tak tahan menahan air mata dari kelopak yang sejak tadi
menjerit ingin keluar. Aku sadar aku sayang banget dengan mereka bertiga namun aku
tetap harus fokus pada amanah di sekolah aku juga tidak mau sedikitpun
menyakiti mereka bertiga.
Ipat :“Aku juga sayang sama kamu Vit…”
Eno :“Aku juga.”
Kaya :“Aku pun
begitu.”
Mereka saling bersahut dan ikut menangis melihat aku
menenteskan air mata.
Dan secara tidak aku sangka mereka menciumku tepat dikening,
pipi kanan dan kiri secara bersamaan.
Tuhan… sebenarnya aku takut akan semua ini, tapi aku tak
tau, saat itu aku sedang menutup mata mencoba mengatur tangis. Hal itu
terjadi. Pipiku begitu merah. Ya benar merah dan sangat merah melebihi merahnya
laut merah. “ya Allah ampuni aku.” Kata
hatiku.
Eno : “Udah sekarang gini aja, kita bertiga
enggak ada yang boleh jadi pacar Vita,
tapi kita semua
bersahabat. Kita boleh bebas perhatian dan sayang sama Vita.”
Ipat :” Kita juga bebas mau hubungi Vita kapan aja.”
Kaya :” Kita
boleh anter Vita pulang dan makan bareng dikatin mana aja.”
Eno :” Gimana
setuju?”
Kaya dan Ipat beregegas jawab setuju dalam satu helai nafas.
Sungguh bahagia aku bisa dekat dengan mereka.
*****
Hari-hari selalu bahagia dengan
mereka. Tertawa,
bercanda, nonton bareng, makan, belajar dan banyak hal kami lakukan bersama. Tanpa ada orang lain selain kita
ber-empat dan kami lebih senang ber-empat dari pada harus berdua apalagi
sendiri. Kebersamaan dengan mereka juga membawa
banyak manfaat untuk ku. Aku semakin semangat dalam mengemban amanah menjadi
ketua OSIS. Tidak ada satupun tugas ku yang tidak dapat aku selesaikan. Mereka
begitu baik selalu membantuku menyelesaikan semuanya meski salah satu dari
mereka bukan pengurus oraganisasi yang saat ini sedang aku pimpin.
Ya
Allah aku sangat berterimakasih kepada Mu, kau berikan hikmah atas segala
kemurnian cinta yang telah Kau anugrahkan kepada ku melalui para sahabat ku. Maka
aku belajar dan memahami akan kenikmatan cinta yang begitu tulus.
Dan kami ber-empat juga selalu berjanji,
agar cinta yang suci ini tetap melekat erat lengket seperti karet dalam ikatan
sahabat.
Perkenalkan namaku Reren Selawati, aku lahir di desa
tercinta yaitu Kertosari, pada 25 oktober 1996. Saat ini aku akan masuk di
perguruan tinggi. Karena tepat pada tahun ini aku telah lulus dari sekolah
swasta yang tak jauh dari rumah ku. Aku tinggal di Kecamatan Tanjungsari
Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Aktifitas ku setiap hari selain
menuntut ilmu dan membantu orang tua aku juga berdakwah. Aku tergabung dalam
lembaga dakwah yaitu nada dan dakwah El-Izza Lampung. Selain itu aku aktif pada
Lembaga Pendidikan Al-Quran (TPA) sejak duduk dibangku Sekolah Menengah Atas
(SMP). Aku menulis cerpen ini sudah lama. Saat aku tahu bahwa ada lomba cerpen
dari “Oase Pustaka” pada hari Sabtu, 20 Juni 2015. Kemudian aku bergegas
untuk membuka cerpen ku lalu menulisnya di komputer dan mengirimkan naskah ini.
Semoga naskah yang aku kirim dapat masuk kedalam urutan atas. Aamiin....
Terimaksih.
Nama facebook :
Reren Selawati
Nomor HP :
08993611216 / 089631293180
Belum ada Komentar untuk "CINTA MELEKAT PADA SAHABAT"
Posting Komentar