IAM MOVING



IAM MOVING
“Allahu akhbar allahu akbar….”
            Lamunan ku diatas motor berakhir dengan lafadz adzan yang kudengar. Hari ini, Rabu 15 November 2017 pukul 18.00 aku masih dalam perjalanan setelah selelai mengisi lingkaran tahsin di kampus bersama adik-adik kader baru UKM BAPINDA UIN Raden Intan Lampung. Dengan baju hitam kusut, jilbab pink yang agak miring jika berada didalam helm juga bau matahari yang melekat  karena aktifitas hari ini.
            Bercerita tentang lamunan ku. Aku seperti berada dalam mimpi. Seorang aku yang sedang dalam proses moving / hijrah menjadi seperti ini. Yang dulu nya sering gak bener, sering banget gaul dengan teman – teman SMP dan SMA yang campur baur, nonton bioskop hingga larut malam. Nonton film-film luar negeri yang hingga dini hari belum tidur. Kini menjadi seorang aktifis terlebih menjadi tentor tahsin.
            Rasanya memang perjalanan hijrah ku tak sesadis teman ku lainnya, yang dimarah orang tua nya, yang diancam, yang dibenci keluarga nya, bahkan ada yang diberikan pilihan. Tidak… tidak ku alami, hijrah ku terasa manis. karena aku sudah mengenakan jilbab sejak masuk SMP. Dunia ku semua mendukung, bapak ibu ku yang luar biasa memahami dan memperhatikan tiap perubahan anaknya tak pernah marah. Hanya saja aku yang ngeyel, meski sudah sejak SMP aku mengenakan jibab namun tentang pergaulan ku sebagai seorang retorikawan masih kurang etis rasanya. Dan disinilah aku memulai perjalanan ku menuju insan sebenarnya.
            Disini aku berada di antara mereka yang mampu mengingatkan, mereka yang mampu menegur ku, mereka yang memotivasi lewat laku dan Robhitohnya. Disini aku mengenal alma’surat, aku tak melewatkan tilawah dan aku mendapatkan patner – patner hebat dunia akhirat. Tentang mereka yang membuat ku semakin terpacu untuk terus berlari, tentang mereka yang membuat ku malu bila aku tak melakukan apa yang mereka lakukan. Juga tentang mereka yang senantiasa menjadi pundak penyangga saat ingin ku lepaskan beban.
            Berada dalam hal ini bukan ku merasa puas dan cukup. Aku tetaplah sama masih sering nonton yang larut, masih suka kepo-in orang dan masih suka menunda-nunda pekerjaan yang menjadi penyakit dan jauuuuhhh rasa nya disebut aktifis. Namun proses ku berpindah (iam moving) ini bukan karena apapun, bukan karena siapapun maka tak pernah ada sedikit yang memberatkan ku untuk proses hijrah ini. Masalah nya hanya satu yaitu hati ku dan diriku sendiri.
            Dan hanya ada 1 hal yang mampu menjadi kekuatan dan motivasi yaitu faktor x. Faktor x adalah keajaiban dan keberuntngan yang Allah kasih diantara semua badai yang kau temui. Kapan kah???? saat hati dan diri ini menjadi sumber masalah hidup maka cuma Allah obatnya. Kembali pada Nya, lakukan tilawah lebih kuat, doa semakin kencang, dan taat dibuat plus plus. Maka masalah apapun akan Allah netralisirkan lewat caraNya. Maka teruslah berpindah, berproses, berhijrah dan berbuat lebih banyak, berbuat lebih baik dari biasanya  sampai benar benar kau selesai dan mampu menjadi insan sejati.
Wallahu a’lam bishowab….


Belum ada Komentar untuk "IAM MOVING"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel