LOMBA ASIA FPPI UNILA


          Kumulai cerita ku dibangku kuliah di kelas GO 1D Pendidikan Biologi UIN Raden Intan Lampung (16/11. pukul 14.35 WIB).  Rentetan pesan di whatshap begitu banyak. Aku scroll kebawah dan ku buka pesan suara dari Sekretaris Umum UKM BAPINDA (mba Desna). Dengan suara kelas yang riuh aku tak seberasa jelas menyimak pesan yang disampaikan. dan karena sudah masuk waktu ashar saat teman-temanku akan memulai sesi tanya jawab di presentasinya. Aku izin keluar untuk sholat ashar. Selepas perkuliahan aku membuka kembali dan memutar pesan suara nya. Dipesan tersebut aku diminta untuk mengikuti lomba ASIA FPPI UNILA pada hari sabtu atau minggu.
            Aku mengahargai apapun amanah yang diberikan atau tugas meski rasanya aku sendiri tak mungkin sanggup. Ku balas pesannya dengan pertanyaan “mba Desna lomba nya hari apa dan tema nya apa aja ya?” “wah.. kalo hari nya mba Desna ndak faham dek, kalo tema nya nanti mba Desna kirimkan foto petunjuk teknisnya ya?” “okay mba.” Selang lama dari itu ketika sudah sampai dirumah kembali kubuka handphone dan melihat ketentuan juga tema lomba. Seketika itu juga aku membalas pesan terakhir Sekum UKM BAPINDA tadi. “mba Desna, sebenarnya ana hari sabtu atau minggu tidak ada praktikum tapi mohon beri waktu ana buat cari ide sampai waktu magrib nanti ya mba? Jika ana sudah ada gambaran materi ana mau lomba, jika ana belum punya maka afwan ya mba. Mungkin lain kali.”
            15 menit sebelum adzan berkumandang aku konsultasi dengan abah (Pembina kegiatan Nada dan Dakwah dan Trainig Motivasi El-Izza Nada). Setelah panjang ku bercerita dan bertanya terkait materi akhhirnya aku dimantapkan pada satu tema yaitu “akhlaq madani” dan seketika itu juga aku kirimkan pesan “Mba Desna ana siap untuk lomba”, proses lain pun aku lakukan dengan mendaftar online, menghubungi panitia dan menyiapkan konsep. Dan ku dapat informasi bahagia saat lomba yang ku ikuti adalah tanggal 19/11. Sungguh sebenarnya aku baru menyiapkan konsep lomba ketika hari sabtu 18/11 pulang dari kejadian dan aktifitas-aktifitas panjang ku. Dengan ku awali mengajar privat, mencari buku referensi di Perpustakaan Daerah, melaksanakan undangan sidang makalah untuk perjenjangan kader, menunggu dan bersusah-ria ke bengkel karena motorku mogok dan syuro presidium UKMF IBROH.
            Sabtu malam (18/11) bahkan aku disibukkan dan dibuat galau oleh kostum yang akan dipakai untuk lomba dihari esok. Karena bapak ibu ku datang namun membawakan jilbab yang tak sesuai dengan yang ku inginkan. Betapa resah hati ini, saat hal penting seperti kostum belum terlengkapi. Kegalauanku dipatahkan oleh ibu tercinta “dek mending sekarang sholat isya, dan ngaji. Siapa tau nanti ada yang mau meminjamkan” “Iya” jawabku singkat lalu menenangkan hati dengan lembaran-lembaran Al-Quran yang kubaca.
            Tepat pukul 09.15 ide  menyambangiku untuk mencari bantuan kepada teman-teman terdekat daerah Sukabumi Bandar Lampung. Dan akhirnya kutemukan pertolongan Allah yang dekat benar-benar dekat. Aku diberikan jilbab untuk lomba pada esok hari yang warna nya sangat cocok, ukurannya pas dan nampak mudah dikenakan. Kututup kegalauan malam itu dengan tertidur dan menghabiskan doa malam ku untuk tampilan lomba esok hari.
            Lomba didepan mata, pagi hari pukul 07.15 aku telah bersiap-siap untuk memanaskan motor dan  memulai perjalanan menuju FKIP UNILA. Sebelumnya aku telah mengatur jadwal untuk menunggu teman ku lainnya untuk sama-sama berangkat dan pergi menuju tempat lomba.  Selama kurang lebih 20 menit aku menunggu akhirnya motor biru dan kostum hitam-orange nya datang dari belakangku. “Alhamdulilah, ayo mba Indah kita berangkat”. 20 menit kemudian kami sampai ditempat lomba.
            Saat para peserta beridiri diantrian registrasi ulang panitia aku pun demikian. Saat giliranku, betapa kagetnya aku saat di beberapa kertas di map tidak tertulis daftar nama peserta “REREN SELAWATI” segera ku buka handphone untuk memberikan bukti pembayaran yang dilakukan H-1 oleh rekan ku yang lainnya. Dan dengan waktu yang sedikit lama panitia memperbolehkan aku mengisi daftar nama peserta lomba di urutan terakhir dan artinya memiliki kesempatan terakhir untuk performance. Selama setengah jam menunggu lomba tak juga dimulai. Inisiatif ku untuk keluar ruangan dan latihan. Aku merasa persiapan lomba ku tak seberapa, hanya 1 malam dan pesimis besar sudah bertengger di hati ini, karena melihat para lawan tampil yang luar biasa.
            Satu, dua, sampai sepuluh orang peserta sudah tampil. Dan artinya aku harus menunggu hingga 23 orang peserta lagi tampil. Betapa gelisahnya aku ketika semakin waktu para peserta lomba Dai-daiyah begitu bagus, dan sempurna dalam menyampaikan. “La haula wala quata illabillah” “Tiada daya dan kekuatan kecuali milikMU duhai Rabb” dan aku hanya bisa mengisi waktu menunggu ku dengan menghabiskan 1 jus Al-Quran juga mmperbanyak dzikir. Waktu dzuhur menyambangi, dan tibalah diurutan 32. Artinya selepas ini aku akan memulai dakwah ku. “Rabbi srohli sodri, wayasirli amri wahlul uqdatamilisani yafqohul qohuli” selalu doa itu yang kupanjatkan sembari dzikir dan merendahkan diri kepada ALLAH.
            01.39 detik timer di depan mata berdetik dan ku akhiri dengan kata “akhiru qauli Wassalamualaikum warohmatullah wabarakatuh” akhirnya dengan kekuatan ALLAH aku dimudahkan menyampaikan satu persatu kalimat yang ada pada konsep yang dipegang oleh juri. Pesimisme besar yang ada di hati untuk bisa membawa nama baik dan membawa pulang predikat juara. Namun ku sampaikan doa ku pada Allah dengan nazar yang aku mampu. Dan sungguh Allah itu sangat dekat pertolongan juga kebaikanNya. Maka saat ketika ku sampaikan nazar dan doa ku ada panitia yang pernah mengenalku dan menghampiri, lalu ia berwajah gembira menandakan bahwa aku ada kesempatan mendapatkan tropi.
            Benar saja, ketika pengumuman lomba terakhir yaitu lomba Dai-Daiyah, aku adalah nama terakhir yang dipanggil dan mendapatkan juara 1 dari lomba Dai-Daiyah yang aku ikuti. Allahu Akhbar, tak lagi ku bisa berkata-kata dan sumringah ku tiada tara. Alhamdulilah ya Allah kau berikan kemudahan dan Kau kabulkan doa-doa ku. Inilah sekelumit cerita singkat Lomba Dai-Daiyah ASIA FPPI FKIP UNILA. Sungguh bukan aku yang hebat dalam lomba dan bidang ini, tapi karena pertolongan Allah begitu dekat dengan hamba nya yang mau meminta dan berani bernazar akan apa yang nanti Allah berikan.


Belum ada Komentar untuk "LOMBA ASIA FPPI UNILA"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel