TENTANG KECINTAAN
Bukan juga harus untuk mu yang
sedang jatuh cinta. Sabtu kemarin
(02/12) aku baru saja usai menjalankan tugas sebagai panitia di salah satu
rangkaian agenda LATANSA (Gelaran Tahunan Satu Rasa) milad UKM BAPINDA ke 21. Acara
di hari itu adalah bedah buku Konspirasi Semesta dari salah satu karya terbaik
penulis Best Seller asal Lampung Ka
Azhar Nurun Ala. Beliau lahir di Lampung, tepat nya di Bandar Harapan, 16 Maret
1993 Lampung Tengah. Dengan usia yang
masih muda itu beliau sudah menulis banyak buku. Dan buku garapan terakhirnya
adalah Mahar untuk Maharani yang
akan segera terbit.
Dalam acara itu ka azhar mengawali
dengan memutarkan sebuah video romantic yang membuat para peserta naik tingkat
kebaperannya. Juga banyak cerita saat awal beliau memulai dunia menulis. Karya
pertamanya lahir saat beliau sedang jatuh cinta di semester 3 di FKM UI depok.
Pada saat itu beliau mulai jadi “ikhwan” maka rasa suka nya tak dapat berwujud
dengan hal apapun selain beliau luapkan dalam lautan tulisan. Dan berkat cinta
pertamanya dibangku kuliah ia mampu menerbitkan sebuah buku dari kumpulan
tulisannya di blok dengan judul buku “ja(t)uh”.
Ketika acara ka azhar begitu asyik
menceritakan satu persatu pengalaman menariknya ketika kuliah dan menjadikannya
seperti ini. Dulu sebelum ia memulai banyak tulisannya ia diberikan nasihat
oleh kakak tingkatnya “Yang membedakan dirimu saat ini dan nanti adalah buku
yang kamu baca dan orang-orang yang kamu temui”. Dari sanalah ia mulai banyak
membaca selain memang tuntutan mahasiswa dan ia tuangkan hasil bacaanya lewat
buku. Setelah mulai rajin membaca ternyata beliau berubah menjadi dan semakin
baik (ujar nya saat mengisi acara).
Dan sungguh menulis ternyata menurut nya
bukanlah sebuah cita-cita bagi nya. Cita-cita nya adalah ingin menjadi guru dan
saat ini hal itu terwujud ia menjadi seorang guru Bahasa Indonesia menggantikan
ayahnya yang sudah meninggal di sebuah yayasan yang ayahnya bagun, sembari
menemani ibunya yang sendirian. Tujuan utama ka azhar menulis bukanlah untuk menjadi
seorang penulis. Ia merasakan ada bnayak perubahan baik saat sudah melahap
banyak buku maka ia ingin berupaya membayar semua ilmu yang sudah diberikan
penulis. Tak ada hal lain selain juga menulis apa yang bisa ditulis dan
akhirnya kini menulis adalah sebuah kecintaanya (passi-on nya).
Alasan berikutnya ia menulis karya-karya
atau buku-buku dengan “indie” menulis sendiri dan menerbitkan sendiri. Adalah
hanya ingin membuat orang tuanya ada di dalam tulisan atau karya nya maka ia
buat buku tentang “Seribu Wajah Ayah”. Didalam karya nya ada bagian pengantar
yang ditulis oleh ayahnya dan ia berharap menjadi salah satu amal jariyah bagi
ayahanda nya. “Terdapat 3 amalan yang tak
akan pernah terputus meski sudah meninggal dunia adalah shodaqah dijalan Allah,
ilmu yang manfaat dan anak yang sholih”. Dan ia sangat berharap demikian. Maka
penutup dari nya “tak perlu alasan besar
untuk berbuat baik, cukup dengan alasan kecil yang kau perjuangkan
kebaikkannya.”
Kini tentang kecintaan dari ku. Aku dulu
begitu mencintai menulis, dairy, cerpen bahkan hal-hal simple yang bisa ku
tuangkan dalam tulisan maka aku wujudkan. Dan kini mungkin pohon diri ini
kekurangan zat hara maka upaya untuk menyebarkan ke cabang menulis sedikit
terasa sulit. Zat nya belum sampai. Bahkan jahatnya pohon ini hanya menampung
zat hara di wadah yang tidak atau bahkan tak berupaya baik. Maka hara pun sia.
Lagi lagi tentang kecintaan. Apapun yang
tak dibayar, tak diminta, tak berharap, tak memaksa, dan tak mewajibkan akan
terus dilakukan. Tentang kecintaan ku pada hal ini “menulis” ku rasa butuh
banyak-banyak mendapatkan nutrisi dari acara-acara positif semacam ini. Biarpun
aku berbeda dengan ka Azhar yang jatuh cinta dan menulis dijadikan terapi
baginya. Sedang ku yang pernah berdoa “ya
allah, jangan buatku jatuh cinta dulu karena aku ingin focus untuk study dan
orang tuaku juga Engkau.”
Maka sungguh, tak ada waktu untuk
ja(t)uh bagi ku. Cukup tentang beberapa aktiftas yang aku cintai saat ini. Karena
cinta bukan hanya sekedar ja(t)uh cinta, namun juga “mencintai” yaitu kata
kerja yang menunjukkan engkau siap menjaga nya, merawatnya, menjadikan
derajatnya semakin lebih tinggi. Tentang
Kecintaan.
Biarlah burung asyik dengan nyiur
merdunya, juga kamu yang asyik mencari indahnya ia.
Namun aku, biarlah aku belajar
tentang kecintaan ku dulu untuk lebih baik.
Agar kucup dan mekar ku membawa
wangi bagi mu juga bagi kita.

Belum ada Komentar untuk "TENTANG KECINTAAN"
Posting Komentar