UJIAN SEBAGAI OBAT PENYEMBUH
Tubuh manusia itu luar biasa hebatnya. Setiap kali kita bisa sehat sadarilah ada ribuan juta tiriliunan sel-sel tubuh kita yang bekerja sebagaimana mestinya, bekerja maksimal dan tanpa ada kecacatan sedikitpun.
Karena bila satu sel saja terganggu fungsinya maka
tentu tubuh kita akan mengalami sakit.
Kenalkan aku, tubuhku yang sudah sejak duduk di
bangku sekolah dasar sering mengalami kelainan baik jaringan maupun organ tubuh
yang kurang baik dalam menjalankan tugasnya. Dulu aku sering sekali, bahkan
setiap sebulan sekali bisa aja disebut check
up dengan dating ke bidan desa terbaik dan termahal bayar atau beli
obatnya. Entah hanya sekedar masuk angin atau
kambuh pada bagian tenggorokan dan hidungku yaitu amandel dan polip.
Kebiasaan itu membuatku sering sekali untuk konsumsi
obat-obatan, mulai dari yang berbentuk bubuk, sirup sampai pil yang ukurannya
beragam. Lalu tubuhku yang mulai terbiasa untuk diperiksa oleh bidan, mantra dan
apapun orang menyebut tenaga medis.
Dari sana mungkin imunitas tubuhku mulai terbangun
baik, bagaimana tidak berbagai jenis obat sudah sering ku konsumsi. Pernah ada
suatu waktu saat aku sudah duduk dibangku sekolah menengah pertama aku merasa
bahwa telingaku kurang baik, biasanya orang menyebutnya bolot atau budek (dalam
bahasa Jawa). Dulu sejak aku sering
sakit aku punya hal baik yang terbentuk akibat aku sering sekali kambuh dan
mengeluh sakit.
Kebiasaan baik itu adalah aku tidak mengkonsumsi atau meminum es dan segala jenis minuman dengan suhu dingin, karena jika aku meminumnya maka sontak sehari dua hari sakitku, amandelku, polipku pasti langsung bengkak.
Kebiasaan baik itu adalah aku tidak mengkonsumsi atau meminum es dan segala jenis minuman dengan suhu dingin, karena jika aku meminumnya maka sontak sehari dua hari sakitku, amandelku, polipku pasti langsung bengkak.
Kini aku sudah duduk di bangku perkuliahan, sakitku
terjeda dulu saat aku semangat di sekolah menengah pertama dan atas. Hampir aku
tak pernah sakit. Jarang sekali. Tidak pernah mengeluh dan drop. Karena ketika
itu aku dipenuhi dengan banyak aktifitas baik dan sibuk olahraga di eskul karate
dan segala hal yang memaksaku untuk bergerak, membuatku sehat dan tidak gampang
sakit.
Sekarang, juga sebenarnya ada banyak sekali rentetan aktifitas yang aku lakukan. Tapi beda nya dibalik banyaknya aktifitas itu aku yang justru sering sakit.
Sekarang, juga sebenarnya ada banyak sekali rentetan aktifitas yang aku lakukan. Tapi beda nya dibalik banyaknya aktifitas itu aku yang justru sering sakit.
Belum lama kemarin aku terserang DBD saat sedang
mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Margo Lestari dan membuat
tubuh ini drop hingga membuatku masuk rumah sakit untuk yang kedua kalinya.
Aku dirawat hingga 2 malam di rumah sakit, penat, bosan, dan banyak ketidakenakan yang dialami orang sakit ternyata. Terbayang begitu tidak berdayanya aku saat masuk UGD, bahkan turun dari mobil saja aku tak kuat untuk berjalan, tak cukup disitu untuk masuk ke ruangan juga aku harus di dorong dengan kursi roda Ya rabbi selemah itu, setidakberdaya itu aku.
Aku dirawat hingga 2 malam di rumah sakit, penat, bosan, dan banyak ketidakenakan yang dialami orang sakit ternyata. Terbayang begitu tidak berdayanya aku saat masuk UGD, bahkan turun dari mobil saja aku tak kuat untuk berjalan, tak cukup disitu untuk masuk ke ruangan juga aku harus di dorong dengan kursi roda Ya rabbi selemah itu, setidakberdaya itu aku.
Bahwasannya semua kekuatan adalah milik Allah, dari
seringnya aku sakit, banyaknya pengalaman tentang sakit, berobat, minum obat
dan pemulihan sakit aku menyadari bahwa mudah bagi Allah membuat kita kuat
dengan segala kekuatan dariNya atau bahkan Allah lemahkan selemah-lemahnya.
Sahabatku… tiap aku sakit, aku selalu minum obat
untuk sembuh. Taukah kau tiap obat yang kita minum tak ada rasa yang manis,
yang enak. Semuanya pahit, tidak enak dan ingin sekali mulut menolak
menelannya. Tapi dengan obat kita bisa sembuh, sakit kita bisa lebih ringan,
lebih mudah untuk sembuh dan kembali normal.
Taukah kau sahabatku, obat itu ibarat ujian dalam hidup kita sangat pahit dan perih untuk dilewati namun setelahnya, setelah kita melewati tiap ujian itu kita akan sembuh, menjadi lebih dewasa dan kembali sehat. Hingga bonusnya kita bisa punya energi yang jauh lebih besar setelah menerima ujian atau sakit dan siap melakukan aktiftas yang lebih hebat dari biasanya.
Taukah kau sahabatku, obat itu ibarat ujian dalam hidup kita sangat pahit dan perih untuk dilewati namun setelahnya, setelah kita melewati tiap ujian itu kita akan sembuh, menjadi lebih dewasa dan kembali sehat. Hingga bonusnya kita bisa punya energi yang jauh lebih besar setelah menerima ujian atau sakit dan siap melakukan aktiftas yang lebih hebat dari biasanya.
04 November 2018.
_diwaktu dhuha setelah minum obat setelah sakit
sudah 4 hari_
MasyaAllah... Tulisan yang didesain untuk diri sendiri tapi nikmat dikonsumsi orang lain. Jazakillah motivasinya.
BalasHapusDi tunggu tulisan2 berikutnya.
Ada hikmahnya, meskipun panjang. Barokalloh
BalasHapusSemoga allah semangatin kita semua untutk terus berbuat baik. aamiin
BalasHapus